Sesekali terjaga dari alpa yang panjang
Pabila langit tak selalu cerah
Ombak menghempas resah
Bangunlah
Di ujung sana mungkin ketemu
Hidup yang indah
Sesekali teringat dari lupa yang sangat
Pabila pagi tak lagi tiba
Senja tak kunjung datang
Sadarlah
Di ujung waktu mungkin ketemu
Duka yang dalam
Jiwa ini hanya mampu menangis
Nokta hitam memenuhi ruang
Bagai mengiris perih
Serasa menikam tajam
Kemanakah bermuara?
Selaksa embun cinta tlah hilang
Jiwaku melayang
Semua tampak buram
Di antara persimpangan
Kemanakah bermuara?
Dalam kekalutan hati
Menjerit tangis mengurai duka
Membuncah pedih menjerat tawa
Oh tidak
Dosa mengantarkan
Noda menjerumuskan
Maksiat menarik
Jauh, dalam
Ke lembah terkutuk
Semakin jauh, semakin tenggelam
Dalam kekalutan hati
Menjerit tangis mengurai duka
Membuncah pedih menjerat tawa
Jiwaku tersadar
Semua tampak hilang
Ternyata masih dalam lindungan
Masih ada harapan
Untuk kembali (suci)
Demi dzat yang jiwaku berada dalam genggamanNya
Pabila langit tak selalu cerah
Ombak menghempas resah
Bangunlah
Di ujung sana mungkin ketemu
Hidup yang indah
Sesekali teringat dari lupa yang sangat
Pabila pagi tak lagi tiba
Senja tak kunjung datang
Sadarlah
Di ujung waktu mungkin ketemu
Duka yang dalam
Jiwa ini hanya mampu menangis
Nokta hitam memenuhi ruang
Bagai mengiris perih
Serasa menikam tajam
Kemanakah bermuara?
Selaksa embun cinta tlah hilang
Jiwaku melayang
Semua tampak buram
Di antara persimpangan
Kemanakah bermuara?
Dalam kekalutan hati
Menjerit tangis mengurai duka
Membuncah pedih menjerat tawa
Oh tidak
Dosa mengantarkan
Noda menjerumuskan
Maksiat menarik
Jauh, dalam
Ke lembah terkutuk
Semakin jauh, semakin tenggelam
Dalam kekalutan hati
Menjerit tangis mengurai duka
Membuncah pedih menjerat tawa
Jiwaku tersadar
Semua tampak hilang
Ternyata masih dalam lindungan
Masih ada harapan
Untuk kembali (suci)
Demi dzat yang jiwaku berada dalam genggamanNya
Darul Hikmah, 24 Agustus 2007


No comments:
Post a Comment