Engkau masih diam
Ketika yang lain mengejar asa
Ketika mereka melawan beban
Ketika dia menanti juang
Engkau masih diam
Saat raga mulai kering
Batin terasa bersih
Tanpa siraman
Mengapa?
Amanah kau bumikan
Beban kau bumikan
Asa kau bumikan
Azzam kau bumikan
Terasa ringan kau centang tangan
Terasa mudah kau lepas muka
Serasa kau sudah memenangkan
Serasa kau telah meninggikannya
Masihkah engkau membumi?
Tetapkah engkau membumi?
Maukah engkau hanya bisa membumi?
Terasa karat-karat jahil masih menetap
Terasa nafas-nafas syetan masih memburu
Serasa dalam kepatutan dosa
Serasa dalam kelayakan noda
Bergumul, membuih, dan memuncak
Masihkah tetap membumi?
Ketika yang lain mengejar asa
Ketika mereka melawan beban
Ketika dia menanti juang
Engkau masih diam
Saat raga mulai kering
Batin terasa bersih
Tanpa siraman
Mengapa?
Amanah kau bumikan
Beban kau bumikan
Asa kau bumikan
Azzam kau bumikan
Terasa ringan kau centang tangan
Terasa mudah kau lepas muka
Serasa kau sudah memenangkan
Serasa kau telah meninggikannya
Masihkah engkau membumi?
Tetapkah engkau membumi?
Maukah engkau hanya bisa membumi?
Terasa karat-karat jahil masih menetap
Terasa nafas-nafas syetan masih memburu
Serasa dalam kepatutan dosa
Serasa dalam kelayakan noda
Bergumul, membuih, dan memuncak
Masihkah tetap membumi?
Darul Hikmah, 15 Agustus 2007


No comments:
Post a Comment