Assalamu'alaikum wr wb
Melanjutkan episode pencarian ikhwan sejati. Seperti pada bahasan sebelumnya. Yah meskipun qta bukan ikhwan sempurna, tetapi senantiasa berusaha menjadi ikhwan yang lebih baik. Minimal lebih sholeh, lebih alim, lebih santun, lebih kaya (he2), pokoknya lebih daripada yang kemarin. Tapi intinya yang lebih baik lho, bukan sebaliknya. Beberapa waktu yang lalu sampai detik ini, ana sangat tertarik dengan pembahasan ini. Jadi intens bergerilya mencari sumber2 yang bisa jadi masukan bagi bahasan ini. Beberapa buku ana cari, tak lupa beberapa situs juga ana kunjungi untuk mengetahui lebih jauh bagaimana kriteria seorang ikhwan sejati itu. Beberapa teman ikhwah pun tak tembak di tempat untuk memberikan sedikit analisis menggelitik tentang ikhwah sejati. Dan hasilnya ... ana menemukan beberapa masukan dan postingan temen-temen mengenai kriteria dan panduan untuk menjadi ikhwan sejati itu.
Beberapa komentar dan tulisan mereka seperti berikut ini:
· Ikhwan sejati bukanlah dilihat dari bahunya yang kekar, tetapi dari kasih sayangnya pada orang di sekitarnya.
· Ikhwan sejati bukanlah dilihat dari suaranya yang lantang, tetapi dari kelembutan mengatakan kebenaran.
· Ikhwan sejati bukanlah dilihat dari jumlah sahabat di sekitarnya, tetapi dari sikap
bersahabatnya pada generasi muda bangsa.
· Ikhwan sejati bukanlah dilihat dari bagaimana dia dihormati di tempat kerja, tetapi
bagaimana dia dihormati di dalam rumah.
· Ikhwan sejati bukanlah dilihat dari kerasnya pukulan, tetapi dari sikap bijaknya
memahami persoalan.
· Ikhwan sejati bukanlah dilihat dari dadanya yang bidang, tetapi dari hati yang ada di
balik itu.
· Ikhwan sejati bukanlah dilihat dari banyaknya akhwat yang memuja, tetapi dari
komitmennya terhadap akhwat yang dicintainya.
· Ikhwan sejati bukanlah dilihat dari jumlah barbel yang dibebankan, tetapi dari tabahnya dia menjalani lika liku kehidupan.
· Ikhwan sejati bukanlah dilihat dari kerasnya dia membaca Al qur'an, tetapi dari
konsistennya dia menjalankan apa yang dia baca.
Wah subhanalloh, ternyata sungguh mengagumkan sekali yang namanya ikhwan sejati. Tidak hanya seperti iklan rokok Sejati paling pas di hati. Tapi yang namanya ikhwan sejati memang paling pas untuk semuanya. Pas dimana saja, buat siapa saja, kapan saja dan yang paling penting bermanfaat bagi ummat. So, buat para ikhwan, lets be ikhwan sejati. Meskipun tidak mudah, tapi qta harus tetap berusaha. Mari kencangkan ikat pinggang qta, luruskan niat, perbaiki diri mulai sekarang juga. Dan yang pasti tetap komitmen untuk menapaki perjalanan dakwah ini. Ingat, bidadari-bidadari bermata jeli telah siap menanti. Entah itu yang ada di sekeliling qta sekarang (lho kok!!!) atopun yang sedang berada di surga. Dan buat semuanya, mari qta berdoa semoga qta memiliki pribadi yang baik seperti di atas. Amien. Jazakumulloh, semoga bermanfaat.
Wassalam
Melanjutkan episode pencarian ikhwan sejati. Seperti pada bahasan sebelumnya. Yah meskipun qta bukan ikhwan sempurna, tetapi senantiasa berusaha menjadi ikhwan yang lebih baik. Minimal lebih sholeh, lebih alim, lebih santun, lebih kaya (he2), pokoknya lebih daripada yang kemarin. Tapi intinya yang lebih baik lho, bukan sebaliknya. Beberapa waktu yang lalu sampai detik ini, ana sangat tertarik dengan pembahasan ini. Jadi intens bergerilya mencari sumber2 yang bisa jadi masukan bagi bahasan ini. Beberapa buku ana cari, tak lupa beberapa situs juga ana kunjungi untuk mengetahui lebih jauh bagaimana kriteria seorang ikhwan sejati itu. Beberapa teman ikhwah pun tak tembak di tempat untuk memberikan sedikit analisis menggelitik tentang ikhwah sejati. Dan hasilnya ... ana menemukan beberapa masukan dan postingan temen-temen mengenai kriteria dan panduan untuk menjadi ikhwan sejati itu.
Beberapa komentar dan tulisan mereka seperti berikut ini:
· Ikhwan sejati bukanlah dilihat dari bahunya yang kekar, tetapi dari kasih sayangnya pada orang di sekitarnya.
· Ikhwan sejati bukanlah dilihat dari suaranya yang lantang, tetapi dari kelembutan mengatakan kebenaran.
· Ikhwan sejati bukanlah dilihat dari jumlah sahabat di sekitarnya, tetapi dari sikap
bersahabatnya pada generasi muda bangsa.
· Ikhwan sejati bukanlah dilihat dari bagaimana dia dihormati di tempat kerja, tetapi
bagaimana dia dihormati di dalam rumah.
· Ikhwan sejati bukanlah dilihat dari kerasnya pukulan, tetapi dari sikap bijaknya
memahami persoalan.
· Ikhwan sejati bukanlah dilihat dari dadanya yang bidang, tetapi dari hati yang ada di
balik itu.
· Ikhwan sejati bukanlah dilihat dari banyaknya akhwat yang memuja, tetapi dari
komitmennya terhadap akhwat yang dicintainya.
· Ikhwan sejati bukanlah dilihat dari jumlah barbel yang dibebankan, tetapi dari tabahnya dia menjalani lika liku kehidupan.
· Ikhwan sejati bukanlah dilihat dari kerasnya dia membaca Al qur'an, tetapi dari
konsistennya dia menjalankan apa yang dia baca.
Wah subhanalloh, ternyata sungguh mengagumkan sekali yang namanya ikhwan sejati. Tidak hanya seperti iklan rokok Sejati paling pas di hati. Tapi yang namanya ikhwan sejati memang paling pas untuk semuanya. Pas dimana saja, buat siapa saja, kapan saja dan yang paling penting bermanfaat bagi ummat. So, buat para ikhwan, lets be ikhwan sejati. Meskipun tidak mudah, tapi qta harus tetap berusaha. Mari kencangkan ikat pinggang qta, luruskan niat, perbaiki diri mulai sekarang juga. Dan yang pasti tetap komitmen untuk menapaki perjalanan dakwah ini. Ingat, bidadari-bidadari bermata jeli telah siap menanti. Entah itu yang ada di sekeliling qta sekarang (lho kok!!!) atopun yang sedang berada di surga. Dan buat semuanya, mari qta berdoa semoga qta memiliki pribadi yang baik seperti di atas. Amien. Jazakumulloh, semoga bermanfaat.
Wassalam


No comments:
Post a Comment