Thursday, July 26, 2007

YAA ALLOH Part II: "KUINGIN MENJADI SEORANG LELAKI..."

> Lanjutan Yaa Alloh Part I
……………………………………………………………………………………………………………….

Dan aku juga meminta Yaa..Allah..

Buatlah aku menjadi seorang laki-laki yang dapat membuat seorang wanita itu bangga.

Berikan aku sebuah hati yang sungguh mencintai-Mu, sehingga aku dapat mencintainya dengan cinta-Mu, bukan mencintainya dengan sekedar cintaku.

Berikanlah sifat-Mu yang kuat sehingga kekuatanku datang dari-Mu bukan dari luar diriku.

Berikan aku tangan-Mu sehingga aku selalu berdoa untuknya.

Berikanlah aku penglihatan- Mu sehingga aku dapat melihat banyak hal baik dalam dirinya dan bukan hal buruk saja.

Berikanlah aku mulut-Mu yang penuh dengan kata-kata kebijaksanaan- Mu dan pemberi semangat, sehingga aku dapat mendukungnya setiap hari, dan aku dapat tersenyum padanya setiap pagi.

Dan bilamana akhirnya kami akan bertemu, aku berharap kami berdua dapat mengatakan "Betapa besarnya Engkau karena telah memberikan kepadaku seseorang yang dapat membuat hidupku menjadi sempurna".

Aku mengetahui bahwa Engkau menginginkan kami bertemu pada waktu yang tepat
dan Engkau akan membuat segala sesuatunya indah pada waktu yang Engkau tentukan.

Amien.



Tidak mudah untuk mendapatkan yang 'sempurna'. Tapi Alloh memberi kesempatan kita untuk ikhtiar menjadikan diri kita bersama pasangan kita menjadi sempurna.

Salah satu kesempurnaan adalah memaafkan kekurangan pasangan kita dan mensyukuri setiap kelebihan pasangan kita dan jangan pernah menuntut menjadikan pasangan kita seperti apa yang kita mau, yang disyariatkan adalah saling menasehati dan mendidik secara baik.




Ar Ruhul Jadid, 26 July 2007
Bidadari Itu Tetap Setia Menungguku

YAA ALLOH Part I: "KUMINTA SEORANG WANITA...."

Yaa Allah...

Aku berdoa...meminta kepada Engkau untuk seorang wanita, yang akan menjadi bagian dari hidupku

Seorang wanita yang sungguh mencintai-Mu lebih dari segala sesuatu.

Seorang wanita yang akan meletakkanku pada posisi kedua di hatinya setelah Engkau

Seorang wanita yang hidup bukan untuk dirinya sendiri tetapi untuk-Mu.

Seorang wanita yang mempunyai hati sungguh mencintai dan haus akan Engkau dan memiliki keinginan untuk mentauladani sifat-sifat Agung-Mu.

Seorang wanita yang mengetahui bagi siapa dan untuk apa ia hidup, sehingga hidupnya tidaklah sia-sia

Seorang wanita yang mempunyai hati yang bijak bukan hanya sekedar otak yang cerdas.

Seorang wanita yang tidak hanya mencintaiku tetapi juga menghormatiku

Seorang wanita yang tidak hanya memujaku tetapi dapat juga menasehati ketika aku berbuat salah

Seorang wanita yang mencintaiku bukan karena lahiriahku tetapi karena hatiku.

Seorang wanita yang dapat menjadi sahabat terbaikku dalam tiap waktu dan situasi

Seorang wanita yang dapat membuatku merasa sebagai seorang laki-laki ketika di sebelahnya.

Seorang wanita yang membutuhkan dukunganku sebagai peneguhnya

Seorang wanita yang membutuhkan do’aku untuk kehidupannya

Seorang wanita yang membutuhkan senyumanku untuk mengatasi kesedihannya

Seorang wanita yang membutuhkan diriku untuk membuat hidupnya menjadi sempurna.

…………………………………………………………………………………………………..

> Nyambung ke Yaa Alloh Part II


Ar Ruhul Jadid, 26 July 2007
Bidadari Itu Sudah Menungguku

"LINGKARAN KECILKU Episode 2"

> Lanjutan lingkaran kecilku episode 1

…………………………………………………………………………………………………………………

Kembali anganku melayang jauh menembus batas waktu yang telah kulalui. Memutar kembali memori otakku yang telah menyimpan berjuta kenangan indah tentang tarbiyah. Tentang lingkaran kecilku yang menjadi tempat awal aku menempa diri. Tempat mengasah diri menjadi pribadi yang lebih baik. Ada luapan perasaan yang tak mampu kuredam. Ya mengingat betapa indahnya perjalanan yang telah aku lalui. Meski baru setapak langkah kaki kuayunkan, meski baru sejengkal tanah kutapaki. Karena aku baru memulai perjalanan dakwah yang sesungguhnya. Tapi lingkaran kecilku senantiasa membekas. Membekas dalam perjalanan dakwah yang baru aku mulai dan akan terus kulalui. Lingkaran kecilku telah membulat menyatu dalam tubuhku. Menyatu dalam setiap sikap, tingkah laku dan aktivitas kehidupanku. Mengapa? Karena lingkaran kecilku telah mengajarkanku banyak hal. Karena lingkaran kecilku telah membimbingku dan menunjukkanku ke jalan-Nya. Karena lingkaran kecilku telah membinaku untuk menjadi pribadi muslim yang sholeh. Dan insya Alloh, semua itu akan terus dan terus berjalan.

Mengingat kembali betapa banyak yang telah kulalui bersama lingkaran kecilku, aku masih terus memutar memori otakku. Saat-saat indah ketika aku berusaha mendapatkan banyak hal tentang hakekat hidupku sebagai seorang muslim. Ketika lingkaran kecilku mengajariku tentang faham, aku memaknainya dengan berusaha mengerti Islam dan segala sesuatu yang aku jalani atas namanya. Kebanggaanku hanyalah karena kemuliaan dan kejayaannya. Ketika lingkaran kecilku mengajariku tentang ikhlas, aku mengartikannya dengan selalu berusaha memotivasi diriku untuk terus berkarya dan memberikan setiap inchi tubuhku hanya dan hanya untukNya. Ketika lingkaran kecilku mengajariku tentang amal, maka aku menerjemahkannya dengan berusaha memberikan kontribusi terbaikku demi kejayaan ummat yang (semoga) lebih kucintai dari diriku ini. Ketika lingkaran kecilku mengajariku tentang jihad, akupun berusaha bersungguh-sungguh dalam setiap medan perjuangan yang harus aku lalui. Tak kupedulikan ocehan durjana yang selalu merayuku untuk mengikutinya. Tidak juga letih tubuh ini yang selalu menggodaku untuk berhenti. Ketika lingkaran kecilku mengajariku tentang taat, maka tiada lain yang menjadi pedomanku selain Al Qur’an dan As Sunnah. Tandzim menjadi aplikasi ketaatanku pada orang-orang bertaqwa yang tertata demi kelurusan shaff barisan perjuangan suci tuk gapai sebuah cita. Ketika lingkaran kecilku mengajariku tentang taddhiyah, maka akupun berusaha memberikan segala yang kupunya. Aku yakin, segala yang di sisiku hanyalah sesuatu yang fana, dan akan mulia ketika kuserahkan semuanya kepada Robb Semesta. Ketika lingkaran kecilku mengajariku tentang tsabat, maka aku mengamalkannya dengan berusaha tegar terhadap segala aral menghadang. Aku yakin, tiada perjuangan yang tidak “menyakitkan”. Dan hanya istiqomah-lah, sikap terbaik untuk selalu siap menghadapinya. Ketika lingkaran kecilku mengajariku tentang tajarrud, maka aku ingin semua titik potensiku kupersembahkan untuk da’wah ini. Aku yakin bahwa sesungguhnya aku adalah da’i sebelum predikat apapun yang melekat pada diriku. Ketika lingkaran kecilku mengajariku tentang tsiqoh, maka aku berusaha mengesampingkan setiap prasangka yang senantiasa menusuk pikiranku. Kubalut sikap percayaku dengan iman suci penuh keyakinan pada Allah, Rasul, Islam, dan qiyadah da’wah yang bertaqwa. Ketika lingkaran kecilku mengajariku tentang ukhuwah, akupun belajar untuk berbagi dengan saudara-saudaraku dan mengikat hati dalam tautan cinta untuk taat kepadaNya. Semoga Allah menghimpun hati para da’i dalam cinta-Nya, yang berjumpa karena taat kepada-Nya, melebur satu dalam dakwah ke jalanNya, dan saling berjanji untuk menolong syariat-Nya.

Itulah lingkaran kecilku. Lingkaran yang selalu memberi inspirasi bagiku. Lingkaran yang tak pernah berhenti membawaku berkelana menyusuri lorong-lorong gelap kehidupan menuju cahaya Alloh yang selalu menerangi kehidupanku. Lingkaran yang telah menempatkanku pada komunitas orang-orang sholeh yang berkomitmen untuk memperbaiki diri dan berkontribusi dalam setiap kebaikan. Lingkaran yang telah menjadikan Alloh sebagai satu-satunya tujuan hidupku, Muhammad sebagai panutan langkahku, Qur’an menjadi panduan gerakku, jihad dan syahid tak ayal menjadi jalan dan cita tertinggiku. Semoga Alloh merahmati orang-orang yang berhimpun dalam kecintaan kepadaNya, dan menjadikan diri ini bagian dari khalifah para penghuni surga abadiNya.

Yaa muqollibal quluub
Tsabbit quluubana ‘ala diinika wa tho’atika
Yaa muqollibal quluub
Tsabbit quluubana ‘ala da’watika fii sabiilika





Ar Ruhul Jadid, 25 July 2007
Di Pengasingan, Masih Dalam Perjuangan

"LINGKARAN KECILKU Episode 1"

Sejenak kuajak angan ini menelusuri jejak petualangan selama kurang lebih tiga tahun di kampus ini. Ribuan prasasti yang terukir indah berdiri kokoh di sepanjang jalan mengabadikan setiap langkahku dalam eksotisme gerak perjuangan yang kulalui. Ingin aku memungut prasasti-prasasti itu dan melukiskannya di sini, tapi entah mengapa otakku mempengaruhi jemariku sehingga kelu untuk melakukannya. Seakan ada satu kekuatan yang menyuruhku untuk membiarkan mereka menjadi kenangan manis yang hanya aku yang bisa menikmatinya. Akupun berusaha mengajak anganku untuk kembali bergerak menyusuri jalan yang tak mampu lagi terekam oleh minimnya kapasitas memoriku. Sampai akhirnya di penghujung jalan anganku menerawang jauh menembus batas, terlihat sebuah tonggak yang merupakan pangkal dari semua petualangan selama ini. Sebuah tonggak yang aku ingat selalu menjadi awal pijakan kakiku dalam melangkah. Tonggak kokoh dengan warna keemasan yang disebut : “Tarbiyah”.

Terus terang, aku selalu kesulitan memaknai kata ‘tarbiyah’ karena ia lebih dari sekedar ‘pendidikan’ seperti arti harfiahnya. Seni Membentuk Manusia (Fannu tasykiilil insaan), mungkin itu kata yang tepat untuk mengartikan tarbiyah sebagaimana ditulis oleh Muhammad Quthb dalam Manhaj Tarbiyah Islamiyah. Tidak berlebihan memang. Pembentukan akal, hati, dan badan manusia bersama tarbiyah semakin hari semakin menampakkan hasil yang cukup menggembirakan meskipun bukan berarti tidak ada yang harus diperbaiki bersama. Termasuk tarbiyah di Kampus Politeknik Negeri Semarang (Polines) yang aku rasakan. Sebuah usaha untuk membentuk kader militan yang diharapkan kontribusinya dalam dakwah di negeri ini. Meskipun banyak komentar miring bermunculan yang menyebut kader Polines adalah kader karbitan, kader akselerasi, kader premature, atau kader yang terlalu jumud, tapi toh kader-kader karbitan yang premature dan jumud itu –dengan izin Alloh- akan membuktikan diri mereka sebagai ujung tombak da’wah di pelosok nusantara. Yah insya Alloh.

Tarbiyahku dimulai dari sebuah lingkaran kecil yang muncul tiap pekan sekali dengan berbagai bentuk keistimewaan yang selalu silih berganti. Tapi aku juga mengenal tarbiyah jauh lebih dari sekedar lingkaran kecil itu. Tarbiyah bagiku adalah gabungan dari madah yang kudapat, dan aplikasi yang coba kuterapkan dalam keseharianku. Tapi tetap saja, lingkaran kecil menjadi awal dari setiap langkahku. Lingkaran kecil bagiku adalah stimulus yang “memaksaku” untuk terus bergerak seiring kerasnya persaingan pembangunan peradaban umat ini. Lingkaran kecil bagiku adalah imun yang melindungiku dari virus-virus kemaksiatan yang selalu siap menjerumuskanku ke dalam lubang kesesatan yang -kadang- aku sendiri tak tahu di mana jalan kesesatan itu. Lingkaran kecil bagiku adalah sumber perbekalan yang memberiku kekuatan untuk terus bertahan mengarungi medan perjuangan yang sering kali terasa amat melelahkan. Yup, lingkaran kecilku telah memberiku banyak pelajaran tentang arti kehidupan ini. Dan meskipun dengan tertatih, aku selalu ingin berusaha membenamkan setiap pelajaran itu dalam setiap jejak kehidupanku. Seberat apa pun, sesulit apa pun, sepanjang apa pun, goresan tabiyah akan selalu tertulis, terpatri dan tertancap dalam setiap langkahku. Langkah di jalan dakwah untuk menyatu dengan barisan para mujahid yang berjuang menegakkan izzah Islam. Dan diri ini senantiasa berharap menjadi bagian dari kemenangan dakwah Islam.

Meski tarbiyah bukan segala-galanya, tapi segala-galanya berawal dari tarbiyah. Dan hanya kepada Alloh-lah kita kembali. Semoga tetap dalam naungan tarbiyah Islamiyah. Semoga tetap istiqomah di jalan-Nya. Semoga tetap bertahan dalam menapaki kerasnya perjuangan dakwah. Dan yang paling aku harapkan……… semoga menjadi hambanya yang akan mencium wanginya surga.

………………………………………………………………………………………………………………………

(Inspirasi dari Seorang Ikhwah)

> Bersambung ke lingkaran kecilku episode 2



Ar Ruhul Jadid, 24 July 2007
Berjuang Menghadapi Kelulusan
Di saat Hari Lahirku

Tuesday, July 24, 2007

SEBUAH KEINGINAN

Teman, pernahkan kita membayangkan, suatu ketika di sepertiga malam terakhir, kita bermimpi ada bidadari yang mengecup kening kita? Dan ketika kita terbangun, bidadari itu ada di hadapan kita, seorang wanita nan cantik dengan balutan mukena. Terdengar suara lembutnya, "Suamiku, sholat dulu yuk...?"

Atau teman, pernahkan kita membayangkan, rumah mungil kita selalu ramai setiap malam? Ruang tengah itu dipenuhi suara nyaring si abang yang sedang menghafal juz Amma, bersahutan dengan adiknya dengan ejaan "a ba ta"-nya dan diselingi jeritan tangis si bungsu yang terbangun ingin bergabung dengan kakak-kakaknya. Wajah mereka menjadi kerinduan selalu bagi kita. Keceriaan mereka menjadi penyemangat luar biasa bagi aktivitas kita. Dan harapan mereka menjadi harapan besar bagi masa depan kita...

Dan tahukah teman, siapa orang yang akan mendapatkannya? Dialah yang selalu istiqomah di jalanNya. Dan tentu saja yang menggenapkan dien, sesuai manhaj Kitabulloh, dan sunnah Rosululloh saw. Tidakkah kita ingin jadi bagian dari mereka?

Darul Hikmah, 23 July 2007
Inspirasi dari Salim A Fillah
One Day Before My Birthday


(Suatu saat nanti, entah berapa tahun lagi, 5 tahun lagi, 4 tahun lagi, 3 tahun lagi, atau bahkan besok? Aku pasti akan melaksanakannya, demi kesempurnaan dien ini. Wallohu'alam bis showwab).

"TENTANG WANITA"

Wanita....

Dia mempunyai kekuatan mempesona laki-laki

Dia dapat mengatasi beban bahkan melebihi laki-laki

Dia mampu menyimpan kebahagiaan dan pendapatnya sendiri

Dia mampu tersenyum bahkan saat hatinya menjerit

Mampu menyanyi saat menangis, menangis saat terharu, bahkan tertawa saat ketakutan

Dia berkorban demi orang yang dicintainya

Mampu berdiri melawan ketidakadilan

Dia tidak menolak kalau melihat yang lebih baik

Dia menerjunkan dirinya untuk keluarganya

Dia membawa temannya yang sakit untuk berobat

Cintanya tanpa syarat

Dia menangis saat melihat anaknya adalah pemenang

Dia girang dan bersorak saat melihat kawannya tertawa

Dia begitu bahagia mendengar kelahiran

Hatinya begitu sedih mendengar berita sakit dan kematian

Tetapi dia selalu punya kekuatan untuk mengatasi hidup

Dia tahu bahwa sebuah ciuman dan pelukan dapat menyembuhkan luka

Hanya ada satu hal yang kurang dari wanita:

(KADANG) DIA LUPA BETAPA BERHARGANYA DIA.....

Setangkai mawar untuk kalian, para wanita...



salam hangat dari kami,


HAMAS


(disadur dari sebuah milis...)

"FUTUR"

“Akhi, kita hanya manusia biasa. Keimanan itu yazidu wa yanqus (naik dan turun). Tinggal bagaimana memanaj keimanan kita dan jangan berlama-lama dengan kefuturan. Subhanalloh ketika kita rapuh tapi tidak terlihat. Itu cukup membuktikan klo kita tidak pantang menyerah walaupun kondisi kita sedang lemah. Perbanyak tilawah jika memang hati sedang gundah. Sempatkan diri untuk refreshing (baca majalah/rihlah). Tawazun memang tuntutan aktivitas. Kuncinya manajemen waktu"


Kata-kata itu mampir di layar HP Sony Ericson butut saya setelah ”curhat” dengan seseorang kalau ruhiyah saya terasa kering beberapa pekan yang lalu. Penurunan ruhiyah yang ditandai dengan adanya perasaan jenuh dan bosan dengan rutinitas yang saya jalani. Juga penurunan semangat untuk melaksanakan amalan harian yang telah menjadi standar. Curhatan saya ternyata dibalas dengan kata-kata yang begitu menghujam bagi saya. Hiks, hiks, hiks….. (lho kok malah...)

Ya, kadang kita mencari seribu satu alasan untuk kekurangan-kekurangan yang hinggap pada diri kita. Sering juga kita melakukan pembelaan-pembelaan dan alibi ketika kita melakukan kesalahan. Ataupun hal lain untuk menutupi kondisi yang sedang kita alami. Seperti yang waktu saya alami, merasa jenuh dan bosan dengan rutinitas dan aktivitas yang kujalani. Setiap kegiatan terasa kosong, tidak membekas. Terasa tidak berarti apa-apa. Entah karena apa, yang pasti saya merasa lemah semangat, lemah jiwa, lemah keinginan, dan perasaan yang lain. Yah manusia memang tidak ada yang sempurna, tetapi jangan sampai kita terus berbuat kesalahan. Meskipun itu adalah kesalahan yang kecil. Karena sebenarnya tidak ada kesalahan yang kecil bagi seorang muslim. Seperti kata Imam Syafi’i, ”Jangan lihat kecilnya dosa yang kita lakukan. Tapi lihat, betapa Agung dan Besarnya Dzat yang kita lawan!”

Allohu Akbar! Betapa beraninya kita apabila melakukan maksiat di depanNya! Yup, kita tidak akan pernah bisa membelakangi Alloh. Tidak akan mungkin bisa bersembunyi dari pengamatanNya. Astaghfirullahal’adziim...

Kembali ke masalah ruhiyah saya yang jeblok (eh, bukan jeblok, kering malahan) beberapa pekan lalu. Seringkali pembelaan-pembelaan itu muncul. Berbagai alasan muncul mensugesti agar tidak segera bangkit. Alasan lingkungan, kader, banyak masalah, membuat saya berpikir, ”Saya merasa bosan dan jenuh. Wajar lah kalau kondisi saya seperti ini. Masih mending gak ancur-ancur amat.” Walah!

Ya, tapi bagaimanapun juga pembelaan dan alasan itu sama sekali tidak bisa dibenarkan. Jangan sampai kita berlama-lama dengan kondisi kefuturan. Segera perbaiki ruhiyah kita. Seperti yang dicontohkan oleh Rosul dan para sahabat, betapa berat dan padat aktivitas mereka, tetapi mereka tetap menjadikan kekuatan ruhiyah sebagai bekal utama perjuangan mereka.

”Jadilah engkau seperti rahib-rahib di malam hari, dan jadilah engkau bagaikan singa di siang hari”

Yup, doakan saya agar bisa segera bangkit ya? Hare gene masih futur...?

Friday, July 20, 2007

- AKHWAT SEJATI:"How About It?" -

Assalamu’alaikum wr wb

Kaifa haluk? Jumpa lagi dalam episode pencarian jati diri. Hampir sama dengan edisi2 kemarin, ana kembali mengangkat tema ikhwah sejati. Kalo kemarin tentang ikhwan sejati, sekarang gantian ana ngambil bahasan akhwat sejati. OK, let’s join with me. He2.

Buat para akhwat, luangkan sejenak waktu untuk kontemplasi sejauh mana perjalanan yang telah antum lalui. Ya, sejauh mana melangkah. Apakah telah mencerminkan diri sebagai seorang muslimah? Ah, biarlah antum yang menilai sendiri lewat untaian nasihat seorang ibu. Bacalah, resapi dan pahamilah!

Anakku …
Seorang akhwat sejati bukanlah dilihat dari kecantikan paras wajahnya,
Tetapi dilihat dari kecantikan hati yang ada di baliknya..

Akhwat sejati bukan dilihat dari bentuk tubuhnya yang mempesona,
Tetapi sejauh mana ia menutupi bentuk tubuhnya..

Akhwat sejati bukan dilihat dari begitu banyaknya kebaikan yang ia berikan,
Tetapi dari keikhlasan ia memberikan kebaikan itu..

Akhwat sejati bukanlah dilihat dari seberapa indah lantunan suaranya,
Tetapi dilihat dari apa yang mulutnya sering bicarakan..

Akhwat sejati bukan dilihat dari keahliannya berbahasa,
Tetapi dilihat dari bagaimana cara ia berbicara..

Akhwat sejati bukan dilihat dari keberaniannya dalam berpakaian,
Tetapi dilihat dari sejauh mana ia berani mempertahankan kehormatannya..

Akhwat sejati bukan dilihat dari kekhawatirannya digoda orang di jalan,
Tetapi dilihat dari kekhawatiran dirinyalah yang mengundang orang jadi tergoda..

Akhwat sejati bukanlah dilihat dari seberapa banyak dan besarnya ujian yang ia jalani,

Tetapi dilihat dari sejauh mana ia menghadapi ujian itu dengan penuh rasa syukur..

Akhwat sejati bukan dilihat dari sifat supelnya dalam bergaul,
Tetapi dilihat dari sejauh mana ia bisa menjaga kehormatannya dalam bergaul …




Darul Hikmah, 20 July 2007
Special for “Saudariku”

CURAHAN HATI UNTUK UKHTI

Ukhti - Setiap detik aku merasakan cinta...
Cinta yang teramat indah dan sangat mulia...
Yaitu cinta dari Allah Subhanahu wa Ta'ala...

Namun, aku belum bisa membalas cinta itu dengan sepenuh jiwa...
Aaahhh, masih terlalu banyak godaan2 yang merintanginya...
Namun Dia tak henti2nya mencintai dan menyayangiku...
Terima kasih ya Rabb atas segala cinta dan kasih sayangMu...

Temen2ku sering bercerita tentang cinta...
Tapi yang diceritakan itu kebanyakan cinta di antara manusia...
Yang tidak didasari oleh cinta karenaNya...
Akhirnya temen2ku menderita karena cinta...
Duuuhhh, kasihan ya...???
Terkadang aku juga geli mendengarnya, hihihi...

Makanya, aku sangat takut untuk mencintai manusia...
Tanpa didasari cinta karenaNya...
Kalau gitu, kita nyanyi aja yuuukkk...
Tentang CINTA dari The Fikr...

Mencintai dicintai fitrah manusia
Setiap insan di dunia akan merasakannya
Indah ceria kadang merana itulah rasa cinta

Berlindunglah pada Alloh dari cinta palsu
Melalaikan manusia hingga berpaling darinya
Menipu daya dan melenakan sadarilah wahai kawan

Cinta adalah karunianya bila dijaga dengan sempurna
Resah menimpa gundah menjelma jika cinta tak dipelihara

Cinta pada Alloh cinta yang hakiki
Cinta pada Alloh cinta yang sejati
Bersihkan diri gapailah cinta Cinta Ilahi

Berlindunglah pada Alloh dari cinta palsu
Melalaikan manusia hingga berpaling darinya
Menipu daya dan melenakan sadarilah wahai kawan

Utamakanlah cinta padaNya terjagalah amalan kita
Binalah slalu cinta Ilahi hidup kita kan bahagia

Cinta pada Alloh cinta yang hakiki
Cinta pada Alloh cinta yang sejati
Bersihkan diri gapailah cinta Cinta Ilahi



Darul Hikmah, 20 July 2007
Ketika ”Rasa Itu” Datang Lagi

SIAPAKAH ANDA?

Siapakah orang yang sibuk?
Orang yang sibuk adalah orang yang suka menyepelekan waktu sholatnya, seolah-olah ia mempunyai kerajaan seperti kerajaan Nabi Sulaiman a.s

Siapakah orang yang manis senyumannya?
Orang yang mempunyai senyuman yang manis adalah orang yang ditimpa musibah lalu dia berkata "Inna lillahi wainna illaihi rajiuun." Lalu sambil berkata,"Ya Rabb, aku ridha dengan ketentuanMu ini", sambil mengukir senyuman.

Siapakah orang yang kaya?
Orang yang kaya adalah orang yang bersyukur dengan apa yang ada dan tidak lupa akan kenikmatan dunia yang sementara ini.

Siapakah orang yang miskin?
Orang yang miskin adalah orang tidak puas dengan nikmat yang ada selalu menumpuk-numpukkan harta.

Siapakah orang yang rugi?
Orang yang rugi adalah orang yang sudah sampai usia pertengahan namun masih berat untuk melakukan ibadat dan amal-amal kebaikan.

Siapakah orang yang paling cantik?
Orang yang paling cantik adalah orang yang mempunyai akhlak yang baik.

Siapakah orang yang mempunyai rumah yang paling luas?
Orang yang mempunyai rumah yang paling luas adalah orang yang mati membawa amal-amal kebaikan dimana kuburnya akan diperluaskan sejauh mata memandang.

Siapakah orang yang mempunyai rumah yang sempit lagi dihimpit?
Orang yang mempunyai rumah yang sempit adalah orang yang mati tidak membawa amal-amal kebaikan lalu kuburnya menghimpitnya.

Siapakah orang yang mempunyai akal?
Orang yang mempunyai akal adalah orang-orang yang menghuni syurga kelak karena telah menggunakan akal sewaktu di dunia untuk menghindari siksa neraka.

Siapakah orang yang PELIT ?
Orang yang pelit ialah orang yg membiarkan tulisan ini begitu saja, malah dia tidak akan menyampaikan kepada orang lain.


Darul Hikmah, 20 July 2007
Dalam Kekalutan Jiwa

Thursday, July 19, 2007

NANTIKANKU DI BATAS WAKTU

By EdCoustic


Di kedalaman hatiku
tersembunyi harapan yang suci
tak perlu engkau menyangsikan

*Lewat kesalihanku
yang terukir menghiasi dirimu
tak perlu dengan kata-kata

Sungguh walau ku kelu
tuk mengungkapkan perasaanku
namun penantianmu pada diriku
jangan salahkan

Kalau memang kau pilihkan aku
tunggu sampai aku datang
nanti kubawa kau pergi
ke surga abadi


Kini belumlah saatnya
aku membalas cintamu
nantikanku di batas waktu

Back to *


Semoga qta bisa sadar bahwa mencintai tidak harus memiliki. Mencintai adalah dengan memberi bukan menerima. Mencintai adalah rela berkorban untuk yang qta cintai. Mencintai adalah siap melepaskan. Mencintai adalah dengan penuh kesadaran dan keikhlasan bukan karena paksaan. Mencintai adalah fitrah dan anugerah, jadi selayaknya qta bersyukur kepada yang Maha Pemberi Cinta, yang Maha Dicintai, yang Maha Mencintai.

"Dan sebaik-baiknya mencintai adalah mencintai saudaranya karena Alloh Ta'ala"


Beautiful moment, July 2007

Wednesday, July 18, 2007

"LUCUNYA KITA"

IKTIBAR YANG MENGINSYAFKAN


Ambillah sebagai pelajaran. Terkadang kita lupa diri kita sebenarnya. Apa yang nampak dari kita ialah keburukan menurut orang lain.

· Lucu ya, uang 10 ribu kelihatan begitu besar bila dibawa ke kotak infaq, tapi begitu kecil bila
kita bawa ke supermarket.
· Lucu ya, 45 menit terasa terlalu lama untuk berzikir dan berpikir tapi betapa pendeknya
waktu itu untuk satu cerita komedi atau hiburan tv.
· Lucu ya, betapa lamanya 2 jam berada di dalam majelis halaqoh, dauroh ataupun kajian, tapi
betapa cepatnya 2 jam berlalu waktu menonton TV di rumah.
· Lucu ya, sungguh susah merangkai kata untuk dipanjatkan waktu Munajat atau sholat, tapi
betapa mudahnya mencari bahan pembicaraan dengan kawan-kawan.
· Lucu ya, sebagai seorang pejuang, kadang susah membaca Al-Quran 1 juz saja, tapi majalah
hiburan, surat kabar dan novel best-seller 100 halaman pun habis dilahap.
· Lucu ya, susahnya kita mengajak dan menyebarkan dakwah, tapi mudahnya kita menyertai
dan menyebar gosip atau kabar angin.
· Lucu ya, kita begitu percaya pada yang dikatakan surat kabar, berita TV atapun dari
internet, tapi kita sering mempertikaikan apa yang dikatakan Al-Quran.
· Lucu ya, kita biasa mengirimkan ribuan kata2 lucu (jokes) dan surat berantai lewat e-mail,
tapi bila mengirim yang berkaitan dengan ibadah seperti artikel atau pesan dakwah sering
mesti berpikir dua kali.
· Lucu ya, semua orang ingin masuk syurga tanpa harus beriman, berpikir, berjuang ataupun
melakukan apa-apa.


" Dan sampaikanlah berita gembira kepada orang-orang mukmin bahwa sesungguhnya bagi mereka karunia yang besar dari Allah".


Darul Hikmah, 17 July 2007
TA-ku Sayang, TA-ku Malang

Monday, July 16, 2007

IKHWAN SEJATI Bagian 3 ; "RAJULUN SHALEH"

Assalamu'alaikum wr wb

Masih dengan episode pencarian ikhwan sejati. Semoga gak bosan dengan pembahasan ini. Karena ini adalah hal yang penting yang harus antum ketahui. Terutama buat para ikhwan dan juga konsumsi internal buat ana pribadi. Belum lama ini, ana juga menemukan tulisan dari seorang ikhwah yang ana sendiri belum kenal (he2) tentang Rajulun Shaleh. To the point aja ya, bisa dilihat dibawah ini:

Rajulun Shaleh,

Lelaki yang kehadirannya senantiasa dirindukan oleh Surga

· Khusyu' dalam sholatnya
· Menjauhkan diri dari perkataan dan perbuatan yang tidak berguna
· Menjaga farajnya (kemaluannya), kecuali pada istrinya
· Ahli shaum dan selalu menunaikan zakat
· Senantiasa menundukkan pandangan
· Bersih aqidahnya, sehat rohaninya
· Benar dalam ibadahnya
· Jiwanya senantiasa bersunguh-sungguh
· Mampu berusaha mencari nafkah
· Bermanfaat bagi orang lain
· Senantiasa siap menolong
· Selalu yakin dalam setiap tindakannya
· Berpikir positif dan membangun
· Rendah hati (tawadhu)
· Selalu menghindari perkara yang samar-samar (syubhat)
· Pemaaf dan lapang dada
· Bersikap keras dan tegas terhadap kekafiran
· Efisien dalam memanfaatkan waktu
· Istiqomah dalam kebenaran

Gimana dengan antum semua? Sudah masukkah? Sudah adakah kriteria di atas? Yang pasti senantiasalah qta berbenah diri. Dan buat para calon ibu, do'akan kami semoga bisa menjadi seseorang yang memiliki pribadi mulia seperti itu, Amiiin. Yah seorang rojulun soleh. Semoga, ALLOHU AKBAR!!!

Wassalamu'alaikum wr wb

NB: klo buat ikhwan namanya Rojulun Soleh, tapi klo buat akhwat ada juga lho namanya. Kemarin ana dapat dari seorang akhwat klo di akhwat namanya Mar'atush Shaliihah. :)
Jadi? Ya seorang rojulun soleh pasti akan mendapatkan seorang mar'atush sholiihah.
Amien.

IKHWAN SEJATI Bagian 2: "ABOUT IT"

Assalamu'alaikum wr wb
Melanjutkan episode pencarian ikhwan sejati. Seperti pada bahasan sebelumnya. Yah meskipun qta bukan ikhwan sempurna, tetapi senantiasa berusaha menjadi ikhwan yang lebih baik. Minimal lebih sholeh, lebih alim, lebih santun, lebih kaya (he2), pokoknya lebih daripada yang kemarin. Tapi intinya yang lebih baik lho, bukan sebaliknya. Beberapa waktu yang lalu sampai detik ini, ana sangat tertarik dengan pembahasan ini. Jadi intens bergerilya mencari sumber2 yang bisa jadi masukan bagi bahasan ini. Beberapa buku ana cari, tak lupa beberapa situs juga ana kunjungi untuk mengetahui lebih jauh bagaimana kriteria seorang ikhwan sejati itu. Beberapa teman ikhwah pun tak tembak di tempat untuk memberikan sedikit analisis menggelitik tentang ikhwah sejati. Dan hasilnya ... ana menemukan beberapa masukan dan postingan temen-temen mengenai kriteria dan panduan untuk menjadi ikhwan sejati itu.

Beberapa komentar dan tulisan mereka seperti berikut ini:
· Ikhwan sejati bukanlah dilihat dari bahunya yang kekar, tetapi dari kasih sayangnya pada orang di sekitarnya.
· Ikhwan sejati bukanlah dilihat dari suaranya yang lantang, tetapi dari kelembutan mengatakan kebenaran.
· Ikhwan sejati bukanlah dilihat dari jumlah sahabat di sekitarnya, tetapi dari sikap
bersahabatnya pada generasi muda bangsa.
· Ikhwan sejati bukanlah dilihat dari bagaimana dia dihormati di tempat kerja, tetapi
bagaimana dia dihormati di dalam rumah.
· Ikhwan sejati bukanlah dilihat dari kerasnya pukulan, tetapi dari sikap bijaknya
memahami
persoalan.
· Ikhwan sejati bukanlah dilihat dari dadanya yang bidang, tetapi dari hati yang ada di
balik itu.

· Ikhwan sejati bukanlah dilihat dari banyaknya akhwat yang memuja, tetapi dari
komitmennya terhadap akhwat yang dicintainya.
· Ikhwan sejati bukanlah dilihat dari jumlah barbel yang dibebankan, tetapi dari tabahnya dia menjalani lika liku kehidupan.
· Ikhwan sejati bukanlah dilihat dari kerasnya dia membaca Al qur'an, tetapi dari
konsistennya
dia menjalankan apa yang dia baca.

Wah subhanalloh, ternyata sungguh mengagumkan sekali yang namanya ikhwan sejati. Tidak hanya seperti iklan rokok Sejati paling pas di hati. Tapi yang namanya ikhwan sejati memang paling pas untuk semuanya. Pas dimana saja, buat siapa saja, kapan saja dan yang paling penting bermanfaat bagi ummat. So, buat para ikhwan, lets be ikhwan sejati. Meskipun tidak mudah, tapi qta harus tetap berusaha. Mari kencangkan ikat pinggang qta, luruskan niat, perbaiki diri mulai sekarang juga. Dan yang pasti tetap komitmen untuk menapaki perjalanan dakwah ini. Ingat, bidadari-bidadari bermata jeli telah siap menanti. Entah itu yang ada di sekeliling qta sekarang (lho kok!!!) atopun yang sedang berada di surga. Dan buat semuanya, mari qta berdoa semoga qta memiliki pribadi yang baik seperti di atas. Amien. Jazakumulloh, semoga bermanfaat.
Wassalam

IKHWAN SEJATI Bagian 1: "TAK ADA IKHWAN YANG TAK RETAK"

Tak seperti bintang di langit
Tak seperti indah pelangi
Karna diriku bukanlah mereka
Ku apa adanya

Wajahku kan memang begini
Sikapku jelas tak sempurna
Kuakui diriku bukanlah mereka
Ku apa adanya

Menjadi diriku dengan segala kekurangan
Menjadi diriku atas kelebihanku

Terimalah aku seperti apa adanya
Aku hanya insan biasa
Tak mungkin sempurna
Tetapi bangga atas apa yang kupunya
Setiap waktu kunikmati anugerah hidup yang kumiliki


Assalamu’alaikum wr. wb.
Ingat nasyid dari Edcoustic diatas? Suatu bait syair yang mengandung hikmah bagi seorang ikhwan. Lho kok, mengapa? Menjadi seorang ikhwan sempurna adalah hal wajar dan lumrah yang diinginkan oleh para ikhwan. Ikhwan sejati pilihan Alloh, sehingga senantiasa berada dalam lindungan rahmat dan kasih-Nya. Ikhwan sejati yang senantiasa menjadi dambaan para kaum Hawa (Akhwat), karena mengingat kelak insya Alloh akan adanya seorang hamba yang dititipkan-Nya untuk kita bimbing menjadi seorang istri sholekhah. Wah tapi klo lihat lirik nasyid di atas, qta hanya bisa mengiyakan. Ya memang, ana belum mampu menjadi ikhwan yang bisa diharapkan (emang ada yang mengharapkan?). Gak usah disebutin lah kekurangannya apa, pokoknya emang banyak cacatnya alias gak sempurna. Yah it’s me. Cacatnya wah masya Alloh. Bisa bikin para akhwat jantungan mungkin. He2 af1 canda. Yang pasti tak ada ikhwan yang tak retak. Maksudnya? Jelas kan gakda ikhwan yang sempurna. Karena ikhwan juga manusia. Pasti mempunyai kekurangan. So buat para jilbaber-jilbaber, cari ikhwan jangan buat spesifikasi yang sulit ya! Ups, soalnya klo matok terlalu tinggi, nanti malah gak dapat-dapat lho. He2. Klo qta para ikhwan sih nyantai aja. Yah seperti nasyid di atas, tetap bangga dengan segala yang kupunya. Dengan segala kekurangan maupun kelebihanku, ana tetap menikmati hidup ini. Yah dengan senantiasa bersyukur kpd Alloh atas segala yg tlah diberikan-Nya. And yang pasti ana tetap berusaha tuk menjadi lebih baik. Jadi, buat semua akhwat di seluruh dunia, terimalah ikhwan apa adanya. Wa bil khusus buat yang nantinya menjadi pendampingku, terima ana apa adanya ya! Terakhir buat para ikhwan di seluruh dunia, mari qta sukseskan gerakan HAMAS. Hidup HAMAS!!!
Wassalam

NB: HAMAS adalah singkatan dari Himpunan Aktivis Mencari Akhwat Solekhah. Didirikan tanpa formalitas, legalitas dan ikatan para pendirinya. Karena jelas hal ini sudah merupakan hak dan kewajiban yang mendarah daging serta menjadi hal yang wajar di kalangan para ikhwan. Begitu juga mungkin di kalangan akhwat, tapi ana tidak tahu klo di akhwat apa namanya. He2 af1.
Oya tulisan di atas ditulis tanpa adanya paksaan dari siapa pun dan tanpa ada maksud apa pun. Just kidding lah, so af1 jiddan coz banyak maksud dan kata2 yang kurang ahsan yang mungkin menyinggung antum semua. Jazakumulloh khoir.

Wednesday, July 11, 2007

Special For "Ukhti-ukhtiku?"

Dear ukhti-ukhtiku yang kucintai karena Allah,...
Apa kabar iman-mu hari ini? Semoga Allah Yang Maha Indah selalu memberi keindahan padamu dan melindungimu dari segala keburukan.
Ukhti-ukhtiku yang kucintai karena Allah, sebaik2 perhiasan dunia adalah wanita sholehah. Dan "perkara yang pertama kali ditanyakan kepada seorang wanita pada hari kiamat nanti, adalah mengenai sholat lima waktu dan ketaatannya terhadap suami." (HR.Ibnu Hibbab dari Abu Hurairah)

Ukhti-ukhtiku... SEMANGAT!! SEMANGAT!!!
semangat untuk menjalani hidup ini dengan penuh keikhlasan, dan kesabaran.
Ukhti-ukhtiku yg sholehah... istiqomah yah... :)

(NB:tulisan di atas murni tanpa unsur kesengajaan/paksaan pihak manapun. Tapi af1 jangan salah paham ya, sesama saudara kita wajib saling mengingatkan).

Ketika Ikhwan "Dicintai"

Kalau memang kau pilihkan aku
Tunggu sampai aku datang
Kubawa kau pergi
Ke surga abadi

Kini belumlah saatnya
Aku membalas cintamu
Nantikanku di batas waktu

Mungkin kata-kata tadi agak risih didengar oleh sebagian besar ikhwah. Tapi itulah realitanya, ada seorang ikhwan yang mengalami hal seperti itu. Bukan karena VMJ ataopun kasus lainnya. Entah apa yang terjadi, tiba-tiba ada af1 seorang akhwat yang menyatakan ketertarikannya pada ikhwan tersebut. Wuh jadi berabe memang. Tapi it gak berlangsung lama coz kesigapan si ikhwan dalam memangkas virus2 yang ditakutkan akan semakin menjalar tubuhnya dan menggerogoti ke"ikhwah"annya. Kenapa ya itu bisa terjadi? Sebenarnya bait nasyid di atas tidak hanya untuk ikhwan tapi juga untuk akhwat. Akhwat pun juga mengalami hal yang sama. Terus kenapa? Ya tanya kenapa? Jawaban terletak pada diri antum masing2. Apakah selama ini antum ikhlas atau enggak? Coba kaji kembali dan renungi perjalanan dakwah yang telah antum semua lalui. Lho kok? Ya karena ana merasa belum mampu menjawab fenomena di atas. Ana juga pernah terjebak dalam kasus seperti itu. Tapi yang pasti jangan sampai kena itu lagi deh. Mosok akhwat nungguin si ikhwan yang disukainya biar ngelamar dirinya padahal nunggunya juga lama. Trus selama itu berarti orientasinya hanya karena si ikhwan? Ih amit-amit deh. Ya, jadi gak ikhlas kan? Tapi kok ada ya? Bahkan ada banyak banget fenomena seperti itu. Wuh udah ah, ana juga pusing! Biar antum-antum semua yang jawab n ngasih comment. OK.

Monday, July 9, 2007

"RENUNGAN BUAT ANA, ANTUM WA ANTUNNA"

Jangan tanyakan aku tentang hidupku
Ia adalah sebuah rahasia kehidupan
Ia adalah anugerah dan ujian
Ia adalah dunia yang penuh cita-cita
Aku telah menjualnya kepada Allah
Kemudian aku berjalan dalam barisan para pembawa petunjuk

Jalan hidupku adalah Al Qur'an, pedang dan ujian
Allah telah memberkahinya dan para Nabi terdahulu pun telah melaluinya
Para Syuhada telah menyirami jalan ini dengan darah mereka
Maka jadilah ia taman indah yang dikelilingi cahaya

Sedangkan muara perjalananku adalah sesuatu yang diridhai dan diinginkan Allah
Keberuntungan dengan kemenangan nyata
Atau kesyahidan dan keabadian
Jika engkau telah berada di muka bumi dan engkau tahu bahwa umurmu terbatas
Maka jadilah engkau pahlawan
atau pembawa petunjuk bagi manusia
Jika tidak demikian, alangkah buruknya keberadaanmu di muka dunia ini



Ya Alloh ampunilah dosa hambaMu ini, moga2 ja untaian petuah di atas semakin mengingatkanq akan tujuan hidupq dan segala kewajiban yg hrs q penuhi. ingatlah wahai teman bahwa kewajiban qita lebih banyak daripada waktu yang tersedia. Ya q hrus bisa berubah. Harus ttp semangat dlm jalan dakwah ini. untuk menjadi mujahid, mujaddid dan mendapatkan ridoNya. semoga, dengan segala kemampuan yang q miliki.

Friday, July 6, 2007

LAGI PUSING!!!>DASAR ITONG!!!

Assalamu'alaikum semuanya.
Entah kenapa q merasa pusing. Minggu2 ini banyak sekali problem n urusan yang datang bersamaan. q jadi pusing n bingung. But alhamdulillah urusan bisnis lumayan lancar. Alloh memang Maha Adil. Banyak pesanan yang datang, sampe saldo gak mencukupi. He2. Yah dalam kondisi seperti ini memang q harus memperkuat ruhiyahq ke Alloh. Memang q lagi merasa dlm posisi yang sulit. q merasa munafik, nampak kuat di luar tp begitu rapuh di dalam. q merasa pengecut gak berani menghadapi kenyataan. q merasa menjadi pecundang di antara ikhwah yang lain. jadi ingat julukan yang disematkan oleh salah satu akhwat kepadaq "ITONG". ya "Ikhwan sepoTONG", dasar ikhwan sepotong. pasti itu yang selalu diulang n dkatakan ketika brtemu denganq. Tp biarlah cuek aja. easy going. yang pasti dakwah still go on n q harus tetap istiqomah di dalamnya. seperti untaian taujih dari temen ikhwah UI lewat smsnya "TAMPAK SANTAI DALAM KESIBUKAN, SENYUM DALAM KESEDIHAN, BEKERJA DALAM KESULITAN, OPTIMIS DI DEPAN TANTANGAN, DAN GEMBIRA DALAM SEGALA SITUASI. ITULAH CIRI PAHLAWAN SEJATI YANG DAPAT BERJUANG DI BAWAH TEKANAN HIDUP!!!! Busyet keren banget nih taujih. padahal q gak minta lho. kok tahu ya? apa pas ketemu di sawangan dia dah ngerasa ya klo q orangnya full ceria gitu, entah pas senang, pas susah, pas sedih, pas apes, pas pusing, pas sibuk, pas nyante, pas ke kamar mandi, ato pas2 yang lainnya. bahkan pas syuro'pun ato pas aksi n acara2 dakwah lainnya wuh pasti full ketawa. he2 memang q orangnya gini. lg pusing aja msh bisa ketawa. memang dasar munafik, pengecut, pecundang lu. dasar ITONG lu!!! ya memang!

Tuesday, July 3, 2007

"MALAIKATKU"

Suatu waktu ada seorang anak siap terlahir ke dunia.
Suatu hari anak itu bertanya pada Tuhan,”Mereka bilang, besok Kau akan mengirim aku ke dunia, tapi bagaimana saya akan hidup di dunia yang sedemikian kecil dan tanpa seorang penolong?”

Tuhan menjawab, “Di antara sekian banyak malaikat Aku telah memilih satu untukmu. Ia sedang menunggumu dan akan memeliharamu.”

Anak itu berkata,
“Tapi, di surga ini, saya tidak melakukan apapun selain menyanyi dan tersenyum. Itulah yang kubutuhkan agar kubahagia.”

Jawab Tuhan, “Malaikatmu akan bernyanyi setiap hari. Kau akan merasakan kasih sayangnya dan dengannya kau akan bahagia".

Lagi kata anak itu, “Bagaimana saya akan dapat mengerti ketika orang akan berkata kepadaku, jika saya tidak mengerti bahasa yang mereka pakai?”

“Mudah anakKu,” kata Tuhan, “Malaikatmu akan mengatakan padamu kata-kata yang indah dan manis yang akan pernah kau dengar dan dengan sabar dan penuh perhatian akan mengajari engkau berbicara.”

Anak itu memandang Tuhan dan berkata,

“Apa yang akan kubuat jika aku ingin berbicara denganMu?”

Tuhan tersenyum seraya berkata,
“Malaikatmu akan mengajarimu bagaimana berdoa.”

Kata anak itu,” Saya sudah dengar bahwa di dunia ada banyak orang jahat. Siapa yang akan melindungiku?”
Jawab Tuhan,
“Malaikat itu akan melindungimu, pun jika hal itu mengancam hidupnya.”

Anak itu kelihatan sedih, dan berkata, “Tapi saya akan sedih sebab saya tidak akan melihatMu lagi.”
Tuhan menjawab, “Malaikatmu akan menceritakan padamu tentang Aku dan akan mengajarkan padamu jalan untuk kembali padaKu, walaupun Aku akan selalu berada di depanmu.”

Pada saat itu, walaupun di Surga terasa begitu damai, tetapi suara-suara di dunia semakin terdengar…
Dengan tergesa-gesa, anak itu berkata dengan lembut, “Tuhan, jika sekarang saya akan berangkat, tolong katakan siapa nama malaikatku itu.”
Jawab Tuhan, “Namanya tidaklah penting … kau akan dengan sederhana memanggilnya MAMA”

“Terima kasih ibu, kaulah malaikatku”
Dipersembahkan dengan penuh kasih oleh As_sya'bani kepada seseorang yang bernama IBU. Hanya ini yang bisa anakmu berikan.

LUMAYAN LUCU> Tentara EDAN!!!!


Pada suatu hari empat orang tentara dari negeri yang berbeda ketemu di sebuah cafe di jalan Jaksa. Setelah minum satu krat bir keempatnya mulai mabuk dan memuji-muji kehebatan tentara negerinya massing-masing.
Tentara Amerika, "Kami punya rudal yang bisa menembak seekor ayam dengan tepat dari jarak 5000 kilometer tanpa meleset sedikitpun!".
Tentara Rusia, "Itu belum seberapa, kami punya rudal yang bila ditembakan dari Moscow bisa menembak seekor ikan tuna yang sedang berenang di samudera Pacifik tepat di kepalanya!".
Tentara Inggris, "Itu belum seberapa, kami sudah mengembangkan jenis rudal baru yang bila diledakan di Bagdad, maka orang-orang di New Delhi akan terkencing-kencing mendengar suaranya!".
Tentara Indonesia yang sudah agak mabuk lalu menimpali, "Itu sih belum apa-apa, kalau disini kami nggak perlu rudal-rudalan segala, cukup kepasar dengan pake seragam bisa dapat ayam, ikan tuna dan membuat si pedagang terkencing-kencing melihat pistol kami!".